TASIKMALAYA, 29 Juli 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Latifah Mubarokiyah Suryalaya-Tasikmalaya menggelar Diklat Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal dalam Mendorong Ekonomi Kreatif Perdesaan”, kegiatan ini menjadi pembekalan utama bagi para mahasiswa sebelum diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.

Fokus pada Sinergitas dan Pengembangan Potensi

Dalam laporan pelaksanaan, Ketua Pelaksana KKNT, Endang Syarif, S.HI., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan KKN tahun ini diikuti oleh sebanyak 63 orang mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 58 mahasiswa peserta KKN Mandiri STIE Latifah Mubarokiyah dan 5 mahasiswa peserta KKNT LLDIKTI.

Seluruh peserta akan melaksanakan pengabdian masyarakat selama satu bulan penuh, terhitung mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026.

Para mahasiswa terbagi ke dalam 6 kelompok yang tersebar di 6 desa pada 3 kecamatan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dengan rincian sebagai berikut:

 Kecamatan Pagerageung:

1. Desa Sukamaju (Kelompok 1)

2. Desa Sukapada (Kelompok 2)

 Kecamatan Ciawi:

3. Desa Citamba (Kelompok 3)

4. Desa Bugel (Kelompok 4)

 Kecamatan Jamanis:

5. Desa Bojonggaok (Kelompok 5)

6. Desa Sindangraja (Kelompok 6)

“Kami mengharapkan adanya kerja sama dan sinergitas yang maksimal antarpeserta maupun dengan masyarakat setempat. Selain menjadi ajang untuk mempromosikan almamater STIE Latifah Mubarokiyah, hal terpenting dalam KKN ini adalah bagaimana mahasiswa belajar membangun kolaborasi nyata di lapangan,” ujar Endang Syarif.

Membawa Ciri Khas Pesantren dan Berdampak bagi Masyarakat

Ketua STIE Latifah Mubarokiyah, Dr. R. Hozin Abdul Fatah, S.E., M.P., dalam sambutannya memberikan arahan strategis serta motivasi mendalam bagi seluruh peserta diklat. Beliau menekankan agar kehadiran mahasiswa dalam program KKNT ini mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi perkembangan ekonomi dan sosial di desa lokasi KKN.

Menghadapi momen bulan Agustus yang identik dengan euforia peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, beliau meminta mahasiswa untuk hadir memberikan warna serta membawa ciri khas nilai-nilai pondok pesantren Suryalaya yang berilmu dan berakhlak.

“Kenali potensi wilayah masing-masing. Sebagai insan akademik, mahasiswa harus belajar menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi secara utuh,” tegas Dr. R. Hozin Abdul Fatah.

Beliau juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dan akademis seorang mahasiswa di tengah masyarakat. “Skripsi itu memang berat, tetapi yang paling berat bukanlah menyelesaikannya, melainkan bagaimana kita mempertanggungjawabkan ilmu tersebut di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tagline “Berilmu, Berakhlak, Berdampak”, pelaksanaan KKNT STIE Latifah Mubarokiyah tahun 2026 diharapkan dapat melahirkan inovasi berbasis potensi lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di perdesaan secara berkelanjutan.

By admin